3 hal yang membuat Wheels Coffee Roasters Bandung jadi favorit

Wheels Coffee Roasters adalah tempat hits yang selalu ramai terlebih saat hari libur. Kalau akhir minggu, semua cabang Wheels akan penuh dengan pengunjung, terutama turis yang mayoritas dari area Jabodetabek.
Sebagai warlok, saya malas mampir ke tempat yang jelas-jelas tourist spot dan menghabiskan waktu. Mending saya diam di rumah atau ngemper. Tapi terus terang penasaran juga; terlebih karena hype- nya nggak abis-abis. Antrian selalu mengular dan waiting list, baik di cabang yang besar seperti Dago maupun yang nyempil di Eyckman.
Setelah beberapa kali berkesempatan datang dan jajan di sana, saya baru paham alasannya. Ini dia hal yang membuat Wheels Coffee Roasters jadi salah satu tempat favorit orang di Bandung.
Tempatnya luas
Wheels bermula dari sebuah coffee shop di daerah Eyckman, Bandung. Sampai saat ini mereka masih beroperasi di sana, dan ukuran bangunannya biasa saja. Tidak kecil, tidak besar. Namun untuk cabang Dago dan Heritage (Martadinata), tempatnya luas banget. Terutama cabang Dago, yang saking luasnya cocok dipakai untuk tempat gathering maupun intimate wedding.
Karena inilah, orang bisa dengan mudah memilih Wheels sebagai tempat berkumpul. Selain luas, pengaturan interiornya juga tetap cozy dengan berbagai pilihan seating area. Safe options kalau mau mengadakan buka bersama atau sekadar reuni dengan teman lama. Dengan syarat: reservasi sehari sebelumnya dan lebih baik pilih hari kerja (ha ha ha).

Menunya banyak
Wheels punya banyak banget menu. Sebagai kedai kopi, tentu saja mereka punya berbagai racikan kopi dengan pilihan beans. Menu-menu pastry, cake, dan non-kopinya pun beragam.
Untuk pilihan makanan berat, banyaknya banyak banget! Literally there’s something for everyone. Menu Indonesia, Western, dan fusion. Nggak perlu khawatir orang nggak bisa makan di sana. Cari aja, pasti ada yang bisa dimakan deh. Bawa orangtua maupun anak-anak bukan masalah.
Dengan pilihan menu yang banyak, ukuran makanan yang datang juga proper dan besar. Pesan main course dan minuman di sana sudah pasti kenyang. Orang yang mau ngemil pun bisa dipuaskan dengan pilihan, ngga kentang lagi, kentang lagi.
Dari segi tampilan, presentasi makanan di Wheels terbilang cantik dan memuaskan. Kadang saya berpikir, gimana caranya ya tempat ini beroperasi? Makanannya banyak banget, tapi jarang ada yang habis/sold out, dan presentasinya pun tetap khas a la Cafe dengan ciri khas masing-masing.
Harganya murah
Nah, yang ini agak relatif. Karena ketika saya bilang “murah”, bukan berarti murah untuk semua orang. Dibandingkan tempat makan kaki lima dan fast food, tentu Wheels harganya lebih mahal. Namun harganya termasuk murah dibanding tempat sekelas cafe yang di- brand upscale.
Mengapa saya sebut upscale, karena pilihan menu, tempat, dan presentasinya tidak “sekadar”. Kenyamanan dan pengalaman yang ditawarkan layak dapat harga lebih mahal. Namun Wheels bisa menyediakan makanan-minuman dengan price range dari 20 ribu sampai di atas 150 ribu. Sekali lagi, there’s something for everyone, tapi nggak membuat citranya “turun”.

Hit or Miss
Lalu, setelah segala keunggulan itu, apakah rasa makanan dan minumannya enak? Bagi saya rasanya Hit or miss. Ada pilihan menu yang enak, ada juga yang kurang. Menurut saya menu nasinya nggak bisa dikatakan enak banget. Ada beberapa menu yang saya rasa kombinasinya kurang “nyambung”. Misalnya dagingnya kurang cocok dengan saladnya, dan sejenisnya.
Sebagai catatan, saya baru ke Wheels setidaknya tiga atau empat kali. Jadi tentu saja saya belum menamatkan menunya yang super banyak dan panjang itu. Ada banyak menu lain yang enak. Saya sendiri suka menu-menu kue dan bakery- nya. Menu kopinya enak (tentu), begitu juga pilihan all day breakfast- nya.
Satu lagi yang jadi keunggulan Wheels: complimentary mineral water. Alih-alih memberikan charge untuk air mineral botolan, Wheels menyediakan botol berisi air minum beserta gelas. Semua gratis. Tentu hal ini malah bikin orang pengen pesan menu minuman yang lain; sebuah strategi yang bagus menurut saya.
One of my favorite: Madeleine(s)
Ekstra: antisipasi waiting list panjang
Dari segi pelayanan, Wheels cukup memuaskan. Waktu tunggu makanan standar di 15-20 menit—sekalipun ramai. Waiternya juga cukup atentif dan siap memberikan yang dibutuhkan. Clean up cukup cepat. Saya pernah datang dengan suami, dengan kelompok kecil, maupun kelompok besar; dan semua pengalamannya baik.
Mungkin ada yang bilang Wheels overrated, but I beg to differ. Sebuah tempat yang viral biasanya diuji oleh naik-turunnya animo masyarakat. Sudah cukup lama sejak Wheels menjadi “tempat wajib” bagi turis yang datang ke Bandung, dan sejauh ini tampaknya belum terlihat tanda-tanda penurunan jumlah pengunjung. Karena itu, bisa dibilang, Wheels sudah jadi tempat yang teruji dan layak dikunjungi.
Hanya saja, untuk menikmati menu dan suasananya memang butuh sedikit perjuangan. Datang pagi saja bisa kena waiting list, apalagi kalau di jam-jam puncak seperti makan siang dan makan malam. 😁
Sebagaimana tempat populer, Wheels tidak menerima reservasi di hari Sabtu dan Minggu. Beruntungnya mereka menerima reservasi untuk hari kerja, jadi enaknya sih hari kerja aja, yaa… khususnya buat penghuni Bandung dan sekitarnya seperti saya.
Berita bagusnya, kini Wheels tidak hanya ada di Bandung. Mereka sudah membuka cabang di Jakarta, yaitu di Heritage Bintaro. Nah, jadi nggak perlu lagi jauh-jauh ke Bandung kalau kangen dengan makanan dan suasana Wheels. Walaupun, kayaknya suasana Wheels yang di Jakarta dengan Bandung akan tetap berbeda, ya 🤣
Enjoy your weekend,
Mega
Wheels Coffee Roasters
Bandung: Eyckman, Heritage Martadinata, Ir H Juanda (Dago)
Jakarta: Heritage Bintaro
Instagram @wheelscoffeeroasters
Reserve Here